IHSG Berbalik Menguat ke 7.182, OJK: Cermin Kepercayaan Investor Pasca-Libur Lebaran

Arif Ahmad
2 Min Read


Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan perdana pasca-libur Idulfitri merupakan sinyal positif kembalinya kepercayaan investor. Meskipun sempat dibayangi kekhawatiran atas memanasnya konflik di Timur Tengah, IHSG berhasil parkir di zona hijau pada penutupan Sesi I, Rabu (25/3/2026).

Berdasarkan data RTI Business, IHSG menguat 1,09% ke level 7.182,38 pada pukul 11.35 WIB. Indeks sempat menunjukkan volatilitas di awal pembukaan dengan menyentuh level terendah 7.057,22, sebelum akhirnya melakukan rebound tajam.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa pergerakan ini mencerminkan sikap investor yang mulai mendapatkan kepastian di tengah dinamika geopolitik global.

“Kita melihat IHSG tetap berada di teritori positif setelah masa libur panjang. Kami berharap ini cerminan dari kembalinya kepastian, terutama bagi investor yang mencermati perkembangan geopolitik terakhir,” ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/3/2026).

Mitigasi Dampak Geopolitik

Hasan menekankan bahwa OJK akan terus memantau dinamika global secara berkala. Ia mengingatkan bahwa volatilitas tinggi saat ini tidak hanya melanda pasar modal Indonesia, melainkan juga dialami oleh bursa saham di seluruh dunia akibat tensi di Timur Tengah.

Oleh karena itu, OJK mengimbau para pelaku pasar untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara impulsif.

“Investor diharapkan tetap tenang, mencermati setiap perkembangan, dan menyelaraskan keputusan dengan tujuan serta motif investasi masing-masing sebelum mengambil langkah terbaik,” tambahnya.

Sentimen Kepastian Pasar

Kembalinya IHSG ke level 7.100-an pasca-Lebaran dianggap sebagai modal kuat bagi pasar modal Indonesia untuk menghadapi kuartal kedua tahun 2026. OJK berharap kondisi geopolitik dapat terus membaik guna memberikan ruang bagi pertumbuhan investasi yang lebih stabil ke depannya.

Para analis menilai, ketahanan IHSG di zona positif ini juga didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang tetap solid, meskipun pasar global masih bersikap wait and see terhadap realisasi gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. ***



Source link

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *