Laba Bersih Bank Jatim Meroket 20,65%, Aset Konsolidasi Tembus Rp168,8 Triliun

Arif Ahmad
5 Min Read


Stabilitas.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) secara resmi merilis laporan kinerja keuangan tahun buku 2025 dengan hasil yang sangat impresif. Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif dan volatilitas ekonomi global, emiten bersandi BJTM ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun, melonjak 20,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY).

Dalam kegiatan Analyst Meeting dan Pemaparan Publik yang digelar di Hotel Discovery SCBD Jakarta, Senin (30/3), Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari transformasi fundamental yang dilakukan perseroan melalui lima pilar utama.

Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit (Bank Only) sebesar 4,98% (YoY) atau mencapai angka Rp67,24 triliun. Manajemen memilih pendekatan konservatif namun selektif guna menjaga kualitas kredit tetap sehat.

Secara rinci, komposisi kredit didominasi oleh:

  • Kredit Konsumer: Tumbuh 6,20% (YoY) mencapai Rp36,54 triliun. Sektor ini tetap menjadi tulang punggung karena tingkat risiko yang terukur dan loyalitas nasabah yang tinggi.

  • Kredit Produktif: Mencapai Rp30,7 triliun, tumbuh 3,55% (YoY). Penyaluran difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki prospek pemulihan cepat dan multiplier effect besar bagi ekonomi daerah.

“Manajemen menerapkan strategi penyaluran pinjaman yang lebih selektif pada sektor prospektif secara paralel dengan memperdalam penetrasi bisnis kredit konsumer,” ujar Winardi di hadapan para analis dan investor.

Dominasi Dana Murah dan Efisiensi Operasional

Sisi liabilitas juga menunjukkan performa yang solid. Fokus manajemen pada tahun 2025 adalah memperkuat struktur dana murah (CASA). Strategi transaction banking berhasil mendorong dana giro hingga menyentuh Rp21,4 triliun, atau meningkat 12,5% (YoY).

Keberhasilan ini tercermin dari jumlah nasabah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kini menembus 10.915.749 NoA (peningkatan 5,64% YoY). Selain itu, perseroan juga melakukan penerbitan obligasi sebagai instrumen stable fund untuk mendukung likuiditas jangka panjang. Dari sisi beban, Bank Jatim menerapkan disiplin ketat melalui efisiensi operasional dan peningkatan transaksi digital untuk menggenjot pendapatan non-bunga (fee-based income).

Transformasi KUB: Menjadi Induk bagi 5 BPD Nasional

Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah dengan finalisasi pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB). Bank Jatim kini resmi menjadi induk bagi lima BPD lainnya, yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.

Langkah strategis ini berdampak pada lonjakan angka konsolidasi yang luar biasa:

  • Aset Konsolidasi: Melompat tajam 42,93% dari Rp118,142 triliun menjadi Rp168,855 triliun.

  • Penyaluran Pinjaman Konsolidasi: Tumbuh kuat 46,65% menjadi Rp110,503 triliun.

  • Laba Bersih Konsolidasi: Terkerek naik 24,80% menjadi Rp1,617 triliun.

Winardi menyatakan bahwa di tahun 2026, fokus KUB akan bergeser dari aspek permodalan menuju sinergi operasional yang lebih dalam, mencakup teknologi informasi, pengembangan produk bersama, hingga optimalisasi keuangan sebagai enabler pertumbuhan grup.

Kualitas Aset dan Manajemen Risiko yang Pruden

Menyadari pentingnya menjaga rasio kredit bermasalah, Bank Jatim sangat agresif dalam melakukan perbaikan kualitas aset. Sepanjang 2025, bank melakukan mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 triliun. Menariknya, perseroan mencatatkan recovery rate yang cukup tinggi sebesar 18,6% atau setara Rp192 miliar.

Untuk debitur yang mengalami penurunan kolektibilitas, Bank Jatim telah merestrukturisasi kredit senilai Rp4,17 triliun. Stimulus berupa insentif penagihan extracomptable, keringanan bunga, hingga fleksibilitas penebusan agunan dijalankan secara rutin. Monitoring kinerja penanganan kredit bermasalah ini dipimpin langsung oleh jajaran Direksi secara berkala (mingguan hingga bulanan).

Akselerasi Ekosistem Digital JConnect dan Agen Jatim

Inovasi teknologi melalui brand JConnect menjadi penggerak utama modernisasi layanan. Angka-angka pertumbuhannya menunjukkan akseptasi masyarakat yang sangat luas:

  • JConnect Mobile: Mencapai 993.972 pengguna (naik 22,40%) dengan volume transaksi fantastis sebesar Rp65,77 triliun (+29,55%).

  • QRIS Bank Jatim: Mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi Rp3,94 triliun (tumbuh 47,25%).

  • JConnect IB Corporate: Mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp23,36 triliun dari 11.199 user.

Selain digital, penguatan jaringan fisik melalui 14.842 Agen Jatim juga menjadi kunci. Agen-agen ini tidak hanya melayani transaksi perbankan dasar, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan kredit melalui metode referral di pelosok Jawa Timur.

Menatap tahun 2026, Bank Jatim berkomitmen melanjutkan perjalanan transformasi melalui lima pilar: Tata Kelola & Manajemen Risiko, Optimalisasi Ekosistem Bisnis, Peningkatan Kompetensi SDM, Penguatan IT, serta Sinergi KUB. Dengan fundamental yang kokoh per 2025, visi menjadi “BPD Nomor 1 di Indonesia” tampak semakin realistis untuk dicapai.***



Source link

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *