Utang Pemerintah Tembus Rp9.637 Triliun, Kemenkeu: Pengelolaan Tetap Pruden

Arif Ahmad
2 Min Read


Stabilitas.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan telah merealisasikan penarikan utang baru sebesar Rp258,7 triliun hingga 31 Maret 2026. Angka ini setara dengan 31,1% dari total target pembiayaan utang dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp832,2 triliun.

Penarikan utang tersebut diarahkan untuk membiayai berbagai program kerja pemerintah serta menutup defisit anggaran yang mulai melebar. Hingga akhir Maret, defisit APBN tercatat sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menegaskan bahwa penarikan utang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian (prudent) dan tetap mencermati dinamika pasar keuangan global.

“Pembiayaan APBN 2026 dikelola secara terukur serta memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas yang optimal, dan dinamika pasar keuangan,” tulis Kemenkeu dalam paparan resminya, dikutip Senin (4/5/2026).

Kenaikan Target Defisit dan Utang

Tahun ini, pemerintah memproyeksikan defisit anggaran mencapai Rp689,1 triliun, meningkat dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar Rp616 triliun. Kondisi ini selaras dengan mandat UU APBN Nomor 17 Tahun 2025 yang menetapkan target pembiayaan utang sebesar Rp832,2 triliun.

Lonjakan target utang ini dipengaruhi oleh kebutuhan belanja negara yang lebih agresif untuk program-program prioritas nasional. Meski demikian, Kemenkeu mengeklaim posisi fiskal saat ini masih berada dalam jalur yang sesuai dengan desain awal APBN 2026.

Berdasarkan data posisi utang per 31 Desember 2025, total utang pemerintah telah menembus angka Rp9.637,90 triliun. Struktur utang didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai 87,02% atau setara Rp8.387,23 triliun.

Sementara itu, porsi pinjaman tercatat sebesar Rp1.250,67 triliun. Dengan keseimbangan primer yang berada di level negatif Rp95,8 triliun per Maret 2026, pemerintah terus mengoptimalkan pengelolaan aset dan liabilitas guna menjaga keberlanjutan fiskal di tengah tantangan ekonomi global. ***

Ringkasan Pembiayaan Utang & Defisit APBN (Per Maret 2026):

Indikator KeuanganRealisasiTarget APBN 2026
Penarikan Utang BaruRp258,7 TriliunRp832,2 Triliun
Defisit AnggaranRp240,1 TriliunRp689,1 Triliun
Rasio Defisit/PDB0,93%2,53% (Proyeksi Akhir Tahun)
Keseimbangan Primer(Rp95,8 Triliun)
Total Utang PemerintahRp9.637,9 Triliun**Data per 31 Des 2025



Source link

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *