Tekan Risiko, Jasaraharja Putera Catat Loss Ratio Suretyship 13,16%

Arif Ahmad
3 Min Read


Stabilitas.id – PT Jasaraharja Putera mencatatkan kinerja yang solid dan berkelanjutan sepanjang 2025, didukung manajemen risiko yang disiplin serta penguatan layanan digital terintegrasi. Berdasarkan laporan keuangan internal (unaudited), perusahaan juga berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar (market leader) di segmen Suretyship nasional.

Direktur Utama Jasaraharja Putera Abdul Haris menyatakan kinerja positif tersebut ditopang oleh strategi bisnis yang adaptif, penguatan portofolio produk, serta optimalisasi jaringan distribusi di berbagai wilayah operasional.

“Kinerja positif ini turut didukung oleh strategi bisnis yang adaptif, penguatan portofolio produk, serta optimalisasi jaringan distribusi di berbagai wilayah operasional,” ujar Haris dalam keterangannya dikutip Senin (5/1).

Dari sisi profitabilitas, kinerja perusahaan mencerminkan efektivitas pengelolaan biaya dan kualitas underwriting yang semakin baik. Sementara itu, tingkat solvabilitas (risk based capital/RBC) tetap terjaga kuat di level 346,70%, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%, yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang solid dan berkelanjutan.

“Pencapaian ini menegaskan kemampuan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian,” kata Haris.

Dominasi Suretyship, Loss Ratio Rendah

Selain kinerja keuangan, Jasaraharja Putera juga mencatatkan performa kuat pada lini bisnis utama. Sepanjang 2025, perseroan berhasil memperkuat posisinya di kelompok teratas industri dalam perolehan premi bruto Suretyship.

Mengacu pada data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jasaraharja Putera membukukan pangsa pasar Suretyship sebesar 33,92%, menjadikannya pemimpin pasar di segmen tersebut. Perusahaan juga mempertahankan daya saing pada lini Liability dengan menempati peringkat tiga nasional di tengah persaingan industri yang ketat.

Keberhasilan tersebut tercermin dari kemampuan perusahaan menekan loss ratio Suretyship menjadi hanya 13,16% pada kuartal III 2025, jauh di bawah rata-rata industri yang mencapai sekitar 36%. Capaian ini didukung penerapan risk-based scoring dan underwriting discipline yang ketat.

Dorong Transformasi dan SDM

Haris menambahkan, kinerja positif tidak terlepas dari berbagai inisiatif strategis, termasuk pengembangan produk asuransi yang relevan bagi segmen ritel dan korporasi, percepatan transformasi digital pada proses layanan dan klaim, serta penguatan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan.

Perusahaan juga mendorong efisiensi operasional dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Sepanjang 2025, sebanyak 108 pegawai Jasaraharja Putera mengikuti Program Profesi Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme.

“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme insan perusahaan sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan dan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” ujar Haris.

Ke depan, Jasaraharja Putera berkomitmen melanjutkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan melalui inovasi berkelanjutan, kolaborasi strategis, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia.

“Dengan fondasi keuangan yang kuat dan strategi yang terarah, perusahaan optimistis dapat mempertahankan kinerja positif sekaligus berkontribusi dalam memperkuat daya saing industri asuransi nasional,” kata Haris. ***



Source link

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *