Stabilitas.id — Emiten maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) resmi merombak susunan pengurus perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Perubahan ini dilakukan di tengah tren pemulihan kinerja keuangan perseroan pada awal tahun ini.
Dalam RUPST yang digelar di Gedung Manajemen Garuda, Rabu (13/5/2026), pemegang saham menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service yang baru, menggantikan Eksitarino Irianto. Sebelum bergeser ke jajaran direksi, Frans Dicky menjabat sebagai Komisaris GIAA sejak Oktober 2025.
Sementara itu, posisi lowong di dewan pengawas diisi oleh Sugito Anjasmoro yang resmi diangkat sebagai Komisaris perseroan yang baru. Rapat tersebut dihadiri dan diwakili oleh pemilik 384,27 miliar lembar saham atau setara 94,39% dari seluruh pemegang saham Garuda Indonesia.
Selain perombakan pengurus, RUPST GIAA kali ini menyetujui sejumlah agenda krusial, termasuk laporan keuangan tahun buku 2025 serta pendelegasian wewenang untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027.
Manajemen Garuda Indonesia optimistis bahwa penyegaran di jajaran manajemen ini akan memperkuat fundamental bisnis perseroan. Melalui strategi transformasi yang dieksekusi secara disiplin sejak 2025, GIAA mulai memetik hasil positif pada awal tahun 2026.
Sebagai catatan, performa GIAA di kuartal I/2026 menunjukkan sinyal perbaikan yang kuat. Maskapai penerbangan nasional ini berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp12,9 triliun, yang sekaligus memangkas rugi bersih perseroan sebesar 45,2% secara tahunan menjadi Rp790 miliar.
Berdasarkan keputusan RUPST per 13 Mei 2026, berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia (GIAA):
Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
Komisaris Independen: Mawardi Yahya
Komisaris: Chairal Tanjung
Komisaris: Sugito Anjasmoro
Direksi
Direktur Utama: Glenny Kairupan
Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
Direktur Teknik: Mukhtaris
Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
***

