Pacu Ekonomi Syariah, OJK Hubungkan Perbankan dengan Pemasok Pangan Pesantren

Arif Ahmad
3 Min Read


Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat integrasi ekosistem pesantren ke dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui perluasan akses keuangan syariah. Langkah ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) santri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi riil. Melalui Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS), OJK bertindak sebagai katalis yang mempertemukan pelaku usaha di lingkungan pesantren dengan lembaga keuangan syariah.

“Ekosistem yang ada, mulai dari pertanian hingga peternakan di sekitar pesantren, dapat menjadi bagian dari rantai pasok pendukung program pemerintah. Masyarakat sekitar dapat berperan sebagai pemasok sehingga tercipta perputaran ekonomi yang kuat,” ujar Dicky di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (14/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, OJK memfasilitasi business matching bagi 150 peserta yang terdiri dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU), serta para pemasok logistik. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar layak mendapatkan pembiayaan syariah (bankable) sesuai prinsip kehati-hatian.

Dukungan ini disambut positif oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Ia menilai program MBG sangat fundamental untuk meningkatkan kualitas fisik dan intelektual santri di masa depan.

“Kami ingin meningkatkan kualitas manusia seutuhnya yang dihasilkan oleh pesantren. Secara intelektual unggul, fisik unggul, dan rohaniah tetap terjaga,” tutur Gus Yahya.

Multiplier Effect Ekonomi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, menambahkan bahwa program MBG tidak hanya menyasar perbaikan gizi kelompok rentan dan peserta didik, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal dengan melibatkan jutaan relawan dan kelompok masyarakat ekonomi rendah.

Sebagai bentuk konkret, dalam rangkaian acara ini juga dilakukan peresmian fasilitas SPPG Pesantren serta penandatanganan prasasti untuk 27 SPPG di lingkungan pesantren. Langkah ini menandai sinergi antara sektor keuangan syariah dan ekonomi riil dalam mendukung program prioritas nasional.

Selain aspek bisnis, OJK juga menggelar program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH). Program ini membekali ratusan santri dengan pemahaman pengelolaan keuangan, pengenalan produk syariah, hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal (investasi bodong). ***



Source link

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *