Laporan Scam Tembus 530 Ribu, OJK Gandeng Australia Perketat Pengawasan Lintas Negara

Arif Ahmad
3 Min Read


Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerja sama bilateral dengan Pemerintah Australia untuk menekan angka penipuan keuangan (scam) yang kian marak. Kolaborasi ini dilakukan seiring dengan peningkatan signifikan laporan scam dan fraud di Indonesia yang menembus 530.000 kasus dalam periode singkat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa penipuan digital saat ini bukan lagi sekadar gangguan insidental, melainkan ancaman sistemik terhadap kepercayaan masyarakat pada ekosistem keuangan.

Scam bergerak sangat cepat, berskala besar, dan memanfaatkan celah yurisdiksi antarnegara. Oleh karena itu, kerja sama lintas negara kini menjadi kebutuhan mendesak bagi regulator,” ujar Dicky dalam Australia-Indonesia Anti-Scam Workshop di Jakarta, dikutip Selasa (12/5/2026).

Empat Pilar Strategi Anti-Scam

OJK mengadopsi pendekatan proaktif melalui empat pilar utama guna menciptakan efek jera bagi pelaku dan melindungi konsumen:

  1. Pencegahan (Prevention): Masifnya edukasi publik dan penguatan kapasitas frontliner lembaga keuangan.

  2. Deteksi (Detection): Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis data.

  3. Disrupsi (Disruption): Langkah cepat pemblokiran rekening, nomor telepon, hingga situs web yang terindikasi scam melalui Satgas PASTI dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

  4. Penegakan Hukum (Enforcement): Kolaborasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk memastikan akuntabilitas pelaku.

Pertukaran Pengetahuan Lintas Otoritas

Dalam lokakarya tersebut, OJK menggandeng sejumlah lembaga otoritas Australia seperti Australian Treasury, ACCC, ASIC, hingga Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police). Kerja sama ini difasilitasi melalui Prospera, program kemitraan Indonesia-Australia untuk perekonomian.

Dicky menyebutkan bahwa fokus utama saat ini adalah memutus aliran dana hasil penipuan secara instan sebelum kerugian meluas. Selain melibatkan regulator, sinergi ini juga menggandeng raksasa telekomunikasi seperti Optus, Indosat, serta perbankan nasional seperti BCA untuk menutup celah teknis yang sering dieksploitasi pelaku.

“Deteksi dini dan tindakan cepat sebelum kerugian meluas menjadi prioritas utama kami. Sinergi lintas sektor antara perbankan dan telekomunikasi sangat krusial di sini,” tambahnya.

Melalui kemitraan ini, Indonesia diharapkan dapat mengadopsi standar global dalam penanganan penipuan siber, sekaligus memperkuat posisi Indonesia Anti-Scam Centre sebagai pusat respons terintegrasi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.***

Data Penanganan Scam & Fraud OJK (Mei 2026):

IndikatorCapaian / Status
Total Laporan Kasus530.000+ Laporan
Lembaga KoordinasiSatgas PASTI & Indonesia Anti-Scam Centre
Teknologi PendukungArtificial Intelligence (AI)
Mitra StrategisAustralia (Prospera, ASIC, ACCC, AFP)
Langkah DisrupsiBlokir Rekening, Nomor Telepon, & Situs



Source link

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *