Kredit Tumbuh 13,4%, Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun di 2025

Arif Ahmad
3 Min Read


Stabilitas.id — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kinerja fundamental yang solid sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan kredit, penguatan dana murah, serta akselerasi layanan digital, seiring peran perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp2.829,9 triliun, sejalan dengan penyaluran kredit yang meningkat 13,4% YoY menjadi Rp1.895,0 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut ditopang kinerja yang merata di seluruh segmen, khususnya sektor produktif. “Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja,” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/2).

Kredit UMKM Bank Mandiri tercatat tumbuh 4,88% YoY sepanjang 2025, menopang pembiayaan bagi sekitar 1,3 juta pelaku UMKM, di tengah perlambatan pertumbuhan kredit UMKM industri perbankan secara umum.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri mencapai Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9% YoY. Struktur pendanaan tetap solid dengan dana murah (CASA) meningkat 12,6% YoY menjadi Rp1.431,4 triliun. “Penguatan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang berkelanjutan,” ujar Riduan.

Akselerasi digital menjadi pengungkit utama kinerja perseroan. Hingga akhir 2025, Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh 37,2 juta pengguna, tumbuh 27% YoY, dengan tingkat akuisisi sekitar 25 ribu pengguna per hari. Pada segmen wholesale, Kopra by Mandiri memperkuat layanan cash management, value chain financing, dan trade finance bagi nasabah korporasi dan institusi.

Dari sisi kualitas aset, rasio NPL gross Bank Mandiri terjaga di level 0,96% pada akhir 2025, berada di bawah rata-rata industri. Sementara itu, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik mencapai Rp56,3 triliun, didukung pendapatan bunga bersih sebesar Rp106 triliun serta pendapatan nonbunga yang tumbuh 14,5% YoY menjadi Rp48,5 triliun.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM sepanjang 2025. Perseroan juga mendukung berbagai program prioritas nasional, termasuk pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan desa, serta program perumahan.

Di bidang keberlanjutan, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun, tumbuh 8% YoY, terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp166 triliun dan pembiayaan sosial Rp150 triliun. Pangsa pasar pembiayaan hijau Bank Mandiri tercatat lebih dari 35% di antara tiga bank besar nasional.

“Dengan struktur pendanaan yang sehat, kualitas aset terjaga, dan penguatan ekosistem digital, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan peran intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Riduan.***



Source link

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *