Anak Terlihat Sehat Tapi Kurang Gizi? Waspadai Hidden Hunger

Arif Ahmad
4 Min Read


JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Sebagai orang tua, rasanya lega melihat anak aktif, ceria, dan berat badannya terlihat normal. Tapi tahukah Ayah dan Bunda, anak yang tampak sehat belum tentu benar-benar tercukupi gizinya?

Dokter mengingatkan adanya kondisi yang disebut hidden hunger atau kelaparan tersembunyi. Anak tidak kekurangan makanan, tetapi kekurangan zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh optimal.

Apa Itu Hidden Hunger?

Hidden hunger terjadi saat anak mendapatkan cukup—bahkan berlebih—kalori, tetapi kurang mikronutrien seperti zat besi, zinc, dan vitamin D. Karena tidak selalu terlihat dari luar, kondisi ini sering luput dari perhatian.

Padahal, meski angka stunting nasional menurun (dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8% pada 2024), Indonesia kini menghadapi tantangan gizi yang lebih kompleks. Para ahli menyebutnya sebagai triple burden gizi: stunting, obesitas, dan defisiensi mikronutrien.

Kenapa Bisa Terjadi?

Menurut dr. Monique Carolina Widjaja, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Gizi Klinik di Primaya Hospital Tangerang, banyak orang tua tanpa sadar lebih fokus pada rasa kenyang dibandingkan kualitas makanan anak.

“Anak kenyang belum tentu gizinya cukup. Banyak anak mengonsumsi karbohidrat berlebih, tapi kurang protein hewani dan mikronutrien penting,” jelasnya.

Kondisi ini makin diperparah dengan tingginya konsumsi makanan ultra-proses seperti nugget, sosis, sereal manis, dan camilan kemasan.

“Makanan ini praktis dan disukai anak, tapi rendah kualitas gizi. Jika dikonsumsi terus-menerus, bisa memicu obesitas dan masalah kesehatan sejak usia dini,” tambah dr. Monique.

Tanda-Tanda Hidden Hunger

Anak dengan hidden hunger bisa terlihat sehat, tapi menunjukkan tanda-tanda kecil berikut:

  • Mudah lelah dan sulit berkonsentrasi
  • Sariawan sering muncul atau gusi mudah berdarah
  • Rambut terlihat kusam dan mudah rontok
  • Anak sering sakit atau infeksi berulang

Gejala ini sering dianggap sepele atau “memang lagi fase tumbuh kembang”, padahal bisa menjadi sinyal awal kekurangan gizi.

Tips Cegah Hidden Hunger Sejak Dini

Tenang, Ayah dan Bunda. Hidden hunger bisa dicegah dengan langkah sederhana berikut:

1. Perhatikan isi piring, bukan cuma habis atau tidak
Pastikan anak mendapatkan karbohidrat, protein hewani, lemak sehat, sayur, dan buah setiap hari.

2. Batasi makanan ultra-proses
Boleh sesekali, tapi jangan jadi menu utama harian.

3. Variasikan sumber protein
Telur, ikan, daging, susu, dan kacang-kacangan membantu memenuhi kebutuhan zat besi dan zinc.

4. Biasakan anak makan makanan rumahan
Makanan segar lebih kaya gizi dan mudah dikontrol kualitasnya.

5. Lakukan skrining gizi rutin
Meski anak tampak sehat dan aktif, pemeriksaan berkala tetap penting.

Apa Itu Skrining Gizi dan Kenapa Penting?

Skrining gizi membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum berdampak lebih besar. Pemeriksaan ini biasanya meliputi:

  • Pengukuran berat dan tinggi badan
  • Pemeriksaan kondisi kulit, rambut, dan mulut
  • Evaluasi pola makan harian
  • Tes darah bila diperlukan

Langkah ini membantu mencegah stunting terselubung, obesitas, dan penyakit tidak menular di masa depan.

Ingat, Gizi Anak adalah Investasi Jangka Panjang

Menurut dr. Monique, nutrisi anak tidak hanya menentukan tinggi badan, tapi juga kecerdasan, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup di masa depan.

“Apa yang masuk ke piring anak hari ini akan menentukan kesehatannya di kemudian hari. Skrining gizi sebaiknya menjadi bagian dari perawatan rutin anak, sama pentingnya dengan imunisasi,” tutupnya. ***



Source link

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *