{"id":2046,"date":"2026-03-25T11:18:00","date_gmt":"2026-03-25T04:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/tanggapi-moodys-fitch-ojk-pastikan-fundamental-industri-perbankan-tetap-solid\/"},"modified":"2026-03-25T11:18:00","modified_gmt":"2026-03-25T04:18:00","slug":"tanggapi-moodys-fitch-ojk-pastikan-fundamental-industri-perbankan-tetap-solid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/tanggapi-moodys-fitch-ojk-pastikan-fundamental-industri-perbankan-tetap-solid\/","title":{"rendered":"Tanggapi Moody&#8217;s &#038; Fitch, OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><span style=\"color: #ff0000\"><strong>Stabilitas.id<\/strong><\/span> \u2013 Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa kinerja industri perbankan sampai saat ini masih dalam kondisi yang solid dan petumbuhan yang positif.<\/p>\n<p>Mengenai revisi <em>outlook<\/em> negatif terhadap bank-bank besar di Indonesia, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody\u2019s dan Fitch, menurut Dian, bukan dikarenakan faktor fundamental kinerja perbankan tersebut.<\/p>\n<p>Revisi <em>outlook <\/em>terhadap bank-bank besar Indonesia lebih dipicu perubahan <em>outlook <\/em>peringkat kredit <em>sovereign<\/em> Indonesia dari stabil menjadi negatif, yang\u00a0 turut memengaruhi persepsi risiko terhadap sektor perbankan nasional serta pengaruh faktor eksternal dinamika makroekonomi global.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, secara umum peringkat Lembaga\/Institusi\/Perusahaan pada suatu negara setara atau lebih rendah dibandingkan peringkat <em>sovereign<\/em> d negara tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi yang positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (<em>yoy<\/em>) sejalan dengan pertumbuhan DPK sebesar 13,48 persen (<em>yoy<\/em>),\u201d kata Dian dalam pernyataan resmi, dikutip Rabu (25\/3\/2026).<\/p>\n<p>Selain itu, kualitas kredit terjaga dengan NPL sebesar 2,14 persen, permodalan yang kuat sebesar 25,87 persen, serta likuiditas yang <em>ample<\/em> dengan rasio AL\/NCD, AL\/DPK dan LCR masing-masing sebesar 121,23 persen, 27,54 persen, dan 197,92 persen, jauh di atas <em>threshold<\/em>.<\/p>\n<p>Dari sisi fundamental, kinerja bank-bank besar di Indonesia dan Himbara, saat ini berada pada level yang kuat dengan rasio permodalan dan likuiditas yang memadai untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko ke depan.<\/p>\n<p>Pertumbuhan kredit Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dan Himbara mencatatkan pertumbuhan kredit <em>double digit<\/em>, masing-masing 13,34 persen dan 13,43 persen.<\/p>\n<p>Di sisi pendanaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk KBMI 4 dan Himbara masing-masing 16,32 persen dan 16,38 persen, yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat tetap kuat dan kondisi likuiditas berada pada level yang sangat terjaga.<\/p>\n<p>Ketahanan permodalan juga berada pada level yang sangat kuat. Rasio CAR Himbara pada Januari 2026 berada pada level 20,32 persen, sedangkan rasio CAR KBMI 4 pada level 22,33 persen. Hal ini memberikan ruang ekspansi bisnis yang memadai sekaligus menjadi bantalan yang kuat dalam mengantisipasi potensi risiko ke depan.<\/p>\n<p>Dari aspek kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL <em>Gross<\/em>) berada pada kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen, dengan <em>Loan at Risk<\/em> (LaR) tetap terkendali dan didukung pembentukan cadangan yang memadai. Hal ini mencerminkan penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang <em>prudent<\/em>, khususnya dalam menjaga kualitas penyaluran kredit.<\/p>\n<p>Sepanjang 2025, Bank KBMI 4 dan Himbara juga membukukan laba yang baik, mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, kualitas aset, dan penguatan manajemen risiko.<\/p>\n<p>Di tengah ketidakpastian global, Himbara juga terus menunjukkan kinerja intermediasi yang stabil dan peran strategisnya dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan program prioritas pemerintah.<\/p>\n<p>OJK terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang memadai.<\/p>\n<p>Penyesuaian terhadap <em>outlook<\/em> yang dilakukan pada prinsipnya merupakan penilaian dari lembaga pemeringkat dan tidak secara langsung akan memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses sumber pendanaan. Saat ini peringkat kredit bank KBMI 4 dan Himbara tetap pada <em>level investment grade<\/em> dan didukung oleh fundamental yang kuat.<\/p>\n<p>Selain itu, struktur pendanaan perbankan nasional pada umumnya masih didominasi oleh dana pihak ketiga domestik sehingga ketergantungan terhadap pendanaan eksternal, terutama pendanaan internasional, relatif terbatas dan dalam hal diperlukan, perbankan sudah memiliki perhitungan atas kebutuhan tersebut, termasuk perhitungan atas biaya dibandingkan manfaat yang akan dihasilkan serta opsi-opsi untuk mendapatkan pendanaan tersebut.<\/p>\n<p>OJK menghormati metodologi dan pandangan setiap lembaga pemeringkat internasional serta memandang bahwa penyesuaian <em>outlook<\/em> ini bersifat sementara dan berpotensi untuk kembali berubah (<em>reversible<\/em>) seiring dengan membaiknya prospek perekonomian global dan domestik, serta penguatan fundamental ekonomi, khususnya indikator fiskal dan eksternal.<\/p>\n<p>Dengan perkembangan tersebut, <em>outlook<\/em> peringkat kredit ke depan berpeluang kembali ke posisi stabil maupun positif. OJK terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang memadai.<\/p>\n<p>\u201dOJK bersama-sama dengan pemangku kepentingan lainnya, terutama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus mengawal serta menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan, agar ketahanan sektor perbankan senantiasa tetap terjaga dalam menghadapi dinamika dan pertumbuhan perekonomian,\u201d kata Dian. ***<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.stabilitas.id\/tanggapi-moodys-fitch-ojk-pastikan-fundamental-industri-perbankan-tetap-solid\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stabilitas.id \u2013 Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa kinerja industri perbankan sampai saat ini masih dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1771,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-2046","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-blog"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2046"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2046\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stabilitas.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}