May Day 2026: 400.000 Buruh akan Suarakan Ratifikasi Konvensi ILO, Revisi UU Ketenagakerjaan dan Hak Ojol

Arif Ahmad
3 Min Read


Stabilitas.id Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 mendatang dipastikan akan berlangsung masif. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani Nena Wea memperkirakan sekitar 400.000 buruh dari berbagai elemen akan berkumpul di Silang Monas, Jakarta Pusat.

Presiden KSPSI, Andi Gani, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam peringatan tersebut, melanjutkan tradisi kehadiran kepala negara pada momen Hari Buruh. Seluruh massa buruh direncanakan mulai berkumpul di kawasan Monas sejak pukul 07.00 WIB.

“Akan dihadiri oleh 211.000 buruh dan juga elemen masyarakat lainnya. Perkiraan massa mencapai 400.000 buruh,” ujar Andi Gani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Meskipun terdapat kelompok buruh lain yang memilih lokasi peringatan di luar Monas, Andi menekankan bahwa perbedaan tempat tidak mengurangi substansi persatuan gerakan pekerja di Indonesia.

Agenda dan Tuntutan Utama

Dalam peringatan tahun ini, fokus utama gerakan buruh adalah mendorong penguatan regulasi ketenagakerjaan melalui jalur diplomasi internasional dan legislasi domestik. Andi Gani menyebutkan pihaknya akan mendesak pemerintah untuk segera meratifikasi sejumlah konvensi internasional sebagai standar perlindungan pekerja.

Beberapa poin tuntutan strategis dalam May Day 2026 meliputi:

  • Ratifikasi Konvensi ILO 190: Terkait penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

  • Ratifikasi Konvensi ILO 188: Pengaturan perlindungan bagi pekerja di sektor perikanan.

  • Regulasi Perlindungan Ojol: Perwujudan payung hukum yang jelas bagi pengemudi ojek online.

  • UU Ketenagakerjaan Baru: Percepatan penyusunan undang-undang baru sesuai batas waktu yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Oktober 2026.

Kolaborasi dengan Pengusaha

Khusus terkait penyusunan UU Ketenagakerjaan yang baru, Andi Gani menegaskan bahwa pihaknya kini menempuh jalur dialog konstruktif. Serikat pekerja dan asosiasi pengusaha saat ini sedang membahas pasal-pasal yang dinilai belum optimal untuk kemudian disampaikan kepada DPR sebagai bahan pertimbangan legislasi.

“Kita akan kebut seluruh masukan dari konfederasi buruh bersama-sama pengusaha untuk duduk bersama. Mana pasal yang kurang dan mana yang tidak, akan kami sampaikan ke DPR. Kami akan bekerja keras,” tegasnya.

Rangkaian acara di Monas sendiri direncanakan akan diisi dengan sambutan dari pimpinan berbagai konfederasi buruh, yang kemudian akan ditutup dengan pidato kenegaraan dari Presiden Prabowo Subianto terkait arah kebijakan ketenagakerjaan nasional ke depan.

Momentum May Day 2026 ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia, di mana sinkronisasi antara hak pekerja, perlindungan sosial, dan keberlangsungan dunia usaha dapat tercapai secara berkelanjutan. ***



Source link

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *