Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mempertegas posisinya sebagai pemimpin pasar dalam pembiayaan berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Hingga akhir Maret 2026, emiten perbankan pelat merah ini telah menyalurkan kredit berkelanjutan senilai total Rp815,4 triliun.
Portofolio tersebut terdiri dari penyaluran Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (Social Loan) sebesar Rp718,8 triliun dan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (Green Loan) mencapai Rp96,6 triliun.
Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu R.K., menjelaskan bahwa prinsip ESG kini bukan lagi sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan telah menjadi identitas yang terintegrasi dalam model bisnis perseroan untuk menciptakan nilai jangka panjang.
“Aspek keberlanjutan menjadi pilar utama strategi pertumbuhan kami. Pemberdayaan ekonomi rakyat melalui UMKM dan dukungan pada sektor ramah lingkungan adalah bagian integral dari cara BRI beroperasi,” ujar Viviana dalam paparan kinerja kuartal I/2026 di Jakarta, dikutip Selasa (12/5/2026).
Dominasi Kredit Sosial dan Ekspansi Hijau
Porsi Social Loan BRI yang mencapai 53% dari total pinjaman perseroan mencerminkan keberpihakan bank terhadap akselerasi inklusi keuangan di segmen UMKM. Pembiayaan ini difokuskan pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan daya saing pelaku usaha mikro.
Di sisi lain, portofolio Green Loan sebesar Rp96,6 triliun atau setara 7,1% dari total pinjaman diarahkan untuk mendukung ekonomi rendah karbon. Dana tersebut mengalir ke sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, hingga pembangunan gedung hijau (green building).
Struktur Liabilitas Berbasis Keberlanjutan
Tak hanya dari sisi aset, BRI juga memperkuat struktur liabilitas melalui pengembangan Sustainable Wholesale Funding. Hingga akhir Maret 2026, nilai pendanaan berkelanjutan ini mencapai Rp39,3 triliun, atau mendominasi sebesar 78,2% dari total Wholesale Funding BRI.
Langkah ini menunjukkan kepercayaan investor institusi terhadap komitmen ESG BRI, yang secara konsisten menjaga keseimbangan antara performa profitabilitas dan tanggung jawab sosial-lingkungan.
Dengan pencapaian ini, BRI optimistis dapat terus memimpin transisi ekonomi hijau di Indonesia sekaligus memastikan pemerataan akses ekonomi bagi masyarakat di pelosok negeri melalui strategi pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.***
Rincian Portofolio Berkelanjutan BRI (Maret 2026):
| Kategori Pembiayaan | Nilai Penyaluran | Porsi dari Total Kredit |
| Social Loan (UMKM & Inklusi) | Rp718,8 Triliun | 53% |
| Green Loan (Sektor Hijau) | Rp96,6 Triliun | 7,1% |
| Total Kredit ESG | Rp815,4 Triliun | 60,1% |
| Sustainable Wholesale Funding | Rp39,3 Triliun | 78,2% (dari Funding) |

