Stabilitas.id – Bank Mandiri (BMRI) menilai sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif menjadi kunci ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak geopolitik global. Meskipun konflik AS-Iran mendorong harga minyak dunia melampaui US$100 per barel, fundamental ekonomi domestik tercatat tetap solid.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61% (yoy) pada kuartal I/2026 didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat serta akselerasi belanja pemerintah yang mencapai 21,8%.
“Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, kami meyakini pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga secara berkelanjutan di tengah tantangan global,” ujar Ari dalam acara Mandiri Macro and Market Brief 2Q26 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Intermediasi Melampaui Rata-Rata Industri
Di tengah dinamika pasar, Bank Mandiri berhasil mencatatkan kinerja intermediasi yang melampaui pertumbuhan industri. Kredit Bank Mandiri secara bank only hingga Maret 2026 menembus Rp1.530 triliun, tumbuh ekspansif sebesar 17,4% (yoy). Angka ini jauh di atas pertumbuhan kredit industri yang berada di level 9,49%.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan menguat 21,1% (yoy) menjadi Rp1.675 triliun, dengan rasio dana murah (Current Account Saving Account/CASA) mencapai Rp1.201 triliun atau tumbuh 12,7%.
Capaian ini turut mengerek laba bersih konsolidasi Bank Mandiri menjadi Rp15,4 triliun pada kuartal I/2026, atau tumbuh 16,6% (yoy) dengan tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) yang terjaga tinggi di level 22,1%.
Garda Terdepan Program Prioritas Nasional
Sebagai mitra strategis pemerintah, BMRI terlibat aktif dalam mendanai program-program prioritas nasional. Hingga Maret 2026, perseroan telah merealisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp11 triliun kepada lebih dari 87.000 pelaku UMKM.
Tak hanya itu, Bank Mandiri menjadi penyedia infrastruktur keuangan digital bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tercatat sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menggunakan Virtual Account Bank Mandiri untuk menjamin pengelolaan anggaran yang transparan.
“Kami juga mendukung pembangunan 2.300 unit hunian dalam Program 3 Juta Rumah dan memfasilitasi kebutuhan perbankan bagi 80.000 Koperasi Desa Merah Putih guna memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan,” tambah Ari. ***
Kinerja Bank Mandiri vs Industri (Per Maret 2026):
| Indikator Keuangan | Bank Mandiri (BMRI) | Industri Perbankan |
| Pertumbuhan Kredit (yoy) | 17,4% | 9,49% |
| Pertumbuhan DPK (yoy) | 21,1% | 13,55% |
| Laba Bersih / NPL | Rp15,4 T / 1,02%* | – / 2,14% |
| Loan to Deposit Ratio (LDR) | 91,3%* | 84,63% |
| Realisasi KUR | Rp11 Triliun | – |
*Estimasi internal berdasarkan data laporan

